Sebuah pelatihan pendidikan inklusi bertajuk “Teaching with Heart” digelar selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 11–12 Juli 2026, di Hotel Swiss-Belinn Cawang, Jakarta. Mengusung tema “Pengembangan Kapasitas Guru dalam Menangani Siswa Inklusi secara Holistik”, kegiatan ini digagas sebagai ruang belajar bagi para pendidik sekaligus mengasah keterampilan praktis, agar setiap siswa berkebutuhan khusus dapat merasa diterima dan didampingi dengan tepat di setiap proses pembelajaran dengan penuh empati dan menjadi tempat yang raman bagi setiap anak.
Pelatihan ini menghadirkan Dr. Yoga Budhi Santoso, M.Pd. sebagai narasumber utama, yang dengan penuh semangat membersamai para pendidik selama dua hari menyelami sejumlah materi inti yang menjadi tantangan nyata di lapangan: mulai dari asesmen dan penyusunan Individualized Education Program (IEP) dalam konteks pendidikan inklusif, pemahaman tentang keberagaman dalam pendidikan inklusif, hingga strategi mengatasi perilaku siswa inklusi di sekolah.
Materi yang dibahas:
- Assesmen dan IEP dalam konteks Pendidikan Inklusif
- Keberagaman Pendidikan Inklusif
- Mengatasi perilaku siswa inklusif di sekolah
Pendekatan holistik menjadi benang merah sepanjang pelatihan. Peserta tidak hanya dibekali kerangka teori, tetapi juga diajak berlatih menyusun asesmen dan IEP yang aplikatif, memahami ragam kebutuhan siswa inklusi, serta mempraktikkan strategi penanganan perilaku yang suportif dan berpusat pada anak.
“Pendidikan inklusif yang berhasil bukan sekadar menempatkan siswa berkebutuhan khusus di kelas reguler, melainkan memastikan setiap guru memiliki hati dan keterampilan untuk melihat kebutuhan unik setiap anak.”
Dr. Yoga Budhi Santoso, M.Pd. — Narasumber Pelatihan
Selama dua hari pelaksanaan, suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan diskusi kelompok, studi kasus, dan sesi tanya jawab yang memungkinkan para guru berbagi pengalaman langsung dari kelas masing-masing. Harapannya, ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah dan adil bagi seluruh siswa, termasuk siswa dengan kebutuhan khusus. Penyelenggaraan pelatihan “Teaching with Heart” ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas guru dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang bermakna di Indonesia.